<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Wiedolls's Blog</title>
	<atom:link href="http://wiedolls.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://wiedolls.wordpress.com</link>
	<description>Just another WordPress.com weblog</description>
	<lastBuildDate>Thu, 14 May 2009 10:11:49 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='wiedolls.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Wiedolls's Blog</title>
		<link>http://wiedolls.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://wiedolls.wordpress.com/osd.xml" title="Wiedolls&#039;s Blog" />
	<atom:link rel='hub' href='http://wiedolls.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>pnddkn indonesia</title>
		<link>http://wiedolls.wordpress.com/2009/05/14/pnddkn-indonesia/</link>
		<comments>http://wiedolls.wordpress.com/2009/05/14/pnddkn-indonesia/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 14 May 2009 10:11:49 +0000</pubDate>
		<dc:creator>wiedolls</dc:creator>
				<category><![CDATA[pendidikan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://wiedolls.wordpress.com/?p=216</guid>
		<description><![CDATA[Di Indonesia sangat sukar berbicara tentang hewan-hewan yang dulu lazim banyak terlihat berkeliaran di sekeliling kita. Ini dikarenakan wabah flu-setan. Misalnya sapi, kambing, kelinci, domba, dan banteng. Sebab, sapi sudah berubah menjadi sapi perah; kambing menjadi kambing hitam; kelinci menjadi kelinci percobaan. Domba? Adu domba. Kalau banteng? Oh, banteng biasa sudah langka, yang banyak banteng [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=wiedolls.wordpress.com&amp;blog=7510725&amp;post=216&amp;subd=wiedolls&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong></strong></p>
<p><em> </em></p>
<p><img src="/DOCUME%7E1/HIYAS%7E1.NET/LOCALS%7E1/Temp/moz-screenshot.jpg" alt="" /></p>
<p><strong></strong></p>
<p><em> </em></p>
<p><em>Di                    Indonesia sangat sukar berbicara tentang hewan-hewan yang dulu                    lazim banyak terlihat berkeliaran di sekeliling kita.</em><em> Ini dikarenakan                    wabah flu-setan. Misalnya sapi, kambing, kelinci, domba,                    dan banteng. Sebab, sapi sudah berubah menjadi                    sapi perah; kambing menjadi kambing hitam; kelinci menjadi kelinci                    percobaan.</em></p>
<p>Domba? Adu domba. Kalau banteng? Oh, banteng biasa sudah                    langka, yang banyak banteng moncong putih. Indonesia mengalami metamorfosis menjadi <em>animal                    farm.</em></p>
<p><strong>Negara kambing hitam</strong></p>
<p>Hewan                    paling favorit adalah kambing hitam. Kadang kala sangat menguntungkan bagi yang berkepentingan.                    Contohnya kekacauan di <em>animal farm</em> kita sekarang.</p>
<p>Bayangkan,                    seandainya di Indonesia ini tidak pernah terjadi tsunami Aceh,                    tidak ada busung lapar, demam berdarah, polio, flu burung, dan                    harga minyak bumi di pasaran internasional tidak mengamuk naik,                    matilah kita karena kambing hitam tidak laku. Sebab,                    siapa lagi yang mau disalahkan. Coba!</p>
<p>Kambing                    hitam paling perkasa kini adalah Amerika Serikat, Eropa, dan                    lain-lain. Awal-awal Orde Baru dulu, komunis                    menjadi kambing hitam terbesar dan laku dijual. Kini                    kalau ada bom meletus, mesti Amerika yang mau mengadu domba.</p>
<p>Negara-negara                    ASEAN, seperti Vietnam,                    Laos, Kamboja, dan Filipina senasib dengan Indonesia. Vietnam itu baru selesai perang. Namun, perangnya                    itu bukan dengan Belanda yang mengirimkan KNIL, melainkan Amerika                    Serikat yang mengirimkan B-52 dan bom napalm. Vietnam itu hancur luluh. Kini dia bangkit.                    Pada SEA Games 2005, Vietnam menduduki                    tempat ketiga. Lima tahun yang lalu Vietnam                    sudah memiliki sarjana fisika bergelar PhD sebanyak 15.000 orang.                    Bayangkan, fisikawan saja 15.000 orang, sedangkan sejarahnya diwarnai                    penuh pergolakan. Sebentar lagi ia                    menjadi singa ekonomi.</p>
<p>Hal lain                    lagi, harga minyak pernah mencapai 70 dollar AS/barrel. Vietnam tidak punya minyak sama                    sekali, tetapi tidak merengek-rengek seperti bangsa Indonesia dengan menipu bangsa sendiri.                    Mereka tidak mencoba menyihir minyak bumi                    menjadi kambing hitam. Namun, mereka berpikir, mengerahkan                    segala daya upaya, mengatur taktik dan strategi berjangka panjang,                    serta berpikir jauh ke depan. Tidak mencoba mencari jalan pintas dengan menunggang kambing hitam.</p>
<p>Apa yang dimiliki negara-negara ASEAN lain yang tidak kita                    punyai? Penduduk Malaysia                    itu sepertiganya Melayu, sepertiga lagi keturunan India,                    selebihnya keturunan China.                    Keturunan India                    dan keturunan China                    lebih besar jumlahnya dari Melayu. Mereka                    itu rajin, hemat, suka menabung, dan kerja keras; mereka itu                    yang membuat Malaysia                    maju.</p>
<p><strong>Kenapa kita miskin?</strong><strong></strong></p>
<p>Kenapa                    bangsa-bangsa ASEAN lain maju, sedangkan bangsa Indonesia itu miskin dan ketinggalan                    dalam banyak hal?</p>
<p>Hal                    ini banyak diperdebatkan oleh banyak ahli. Berbicara tentang soal ini tak habis-habisnya.                    Singkatnya, beberapa ciri dapat dikemukakan sebagai <strong>prasyarat                    kemajuan</strong>, antara lain:</p>
<p>1. Berpegang                    pada prinsip-prinsip etika yang kuat;</p>
<p>2. Berdisiplin                    tinggi;</p>
<p>3. Bertanggung                    jawab (accountable);</p>
<p>4. Menghormati                    hukum dan peraturan;</p>
<p>5. Menghargai                    hak warga lain;</p>
<p>6. Senang bekerja                    (&#8216;Kerja itu Mulia);</p>
<p>7. Bekerja                    keras untuk dapat menabung dan berinvestasi;</p>
<p>8. Berkemauan                    untuk bertindak hebat;</p>
<p>9. Menghargai                    waktu;</p>
<p>10. Betul-betul                    memanfaatkan sains dan teknologi.</p>
<p>Ini                    yang disebut sepuluh prasyarat untuk maju, sejahtera, dan kaya.</p>
<p>Sobirin                    dkk (2005) mengatakan, bangsa Indonesia                    itu miskin karena tidak memiliki sikap dan tidak memiliki kemauan                    untuk melaksanakan serta mengajarkan prinsip-prinsip fungsional                    dari masyarakat maju dan kaya.</p>
<p>Salah                    satu sikap dan kebiasaan yang sangat perlu dipupuk sejak kecil                    adalah kebiasaan menabung.                    Kita lihat sewaktu krisis moneter menerpa                    beberapa negara Asia di tahun 1997, Thailand, Korea Selatan, dan Taiwan cepat bangkit                    kembali karena mereka punya tabungan yang besar.</p>
<p>Pada saat ini                    cadangan devisa RRC sudah mencapai 769 miliar dollar AS, Hongkong                    122 miliar; sementara Indonesia cuma 31,2 miliar (<em>The                    Economist</em>, 10/12/2005). Negara-negara seperti RRC, India,                    Korea Selatan, Jepang, Singapura, Taiwan, dan Hongkong semuanya                    dicirikan oleh tabungan yang besar.</p>
<p><strong>Bangsa Indonesia                    itu boros, sangat boros, tidak suka menabung, <em>complacent</em> (cepat puas diri dan menjadi lengah), suka menganggap semua                    masalah itu enteng dan mudah (<em>taking                    things easy</em>); hanya puas dengan formalitas saja</strong> (jika                    ada masalah antara dua kelompok masyarakat, masalah tersebut                    diselesaikan dengan acara yang sangat formal dan superfisial,                    seperti menandatangani piagam bersama atau doa bersama tanpa                    mencoba mengerti dan memecahkan masalah dasarnya).</p>
<p>Semasa Orde                    Baru muncul sikap arogan dan berkeyakinan bahwa kita bangsa                    super: paling beragama dan paling rukun; paling luhur budi pekertinya,                    paling ramah, Tanah Air kita paling kaya, paling indah; UUD-45                    itu adalah suatu <em>masterpiece</em> (tanpa menyadari bahwa UUD-45 tidak lain dari jiplakan konstitusi                    Belanda tahun 1814).</p>
<p><strong>Langkah ke depan</strong></p>
<p>Sekarang                    kita terpuruk menjadi salah satu negara paling korup di dunia;                    dikenal sebagai negara paling birokratik (<em>in                    the worse sense</em>), pegawai pemerintahan hanya tabu memeras/minta                    uang jasa saja; jiwa dan semangat melayani masyarakat tidak                    ada pada birokrasi pemerintahan. Ini yang perlu dirombak secara total.                    Dari jiwa pemeras menjadi jiwa pelayan masyarakat.                    Pegawai negeri kita, terutama yang di atas, dikatakan paling                    arogan dan manja (tas sekecil apa pun,                    sampai ke kacamata saja harus dibawakan ajudannya), sementara                    pemimpin negara-negara maju lain tidak berbuat seperti itu.</p>
<p>Padahal,                    kita bukan apa-apa.                    Ini diakui dulu. Namun, kita harus sadar                    bahwa kita mempunyai banyak hal yang dapat membuat kita menjadi                    barigsa yang mandiri, berdaya, dan jaya asal saja kita jujur                    (kenal diri kita). Kita mempunyai tradisi dan budaya yang dapat dikembangkan.                    Ketahuilah, kita mendiami suatu Tanah Air berupa suatu benua                    maritim yang amat  strategik. Benua maritim Indonesia                    itu dicirikan oleh keanekaragaman yang amat besar, yakni <em>bio-geo-ethno-socio-cultural diversity</em>. Keanekaragaman                    itu dapat dijadikan modal dan tempat berpijak awal untuk berkembang.</p>
<p>Jika itu yang                    dikembangkan, Indonesia akan menjadi suatu pusat penelitian ilmiah dunia dalam ilmu-ilmu                    pengetahuan alam. Itu yang dilakukan oleh                    orang-orang Belanda, Jerman, Perancis, dan lain-lain.                    Mereka meneliti kekhasan kepulauan Indonesia dan menjadi ilmuan                    ternama, seperti Vening Meinesz, Umbgrove, Kuenen, Du Bois,                    Weidenreich, Von Koeningswald, Eijkrnan, dan Wallace. Itu jauh                    lebih besar nilainya dari sumber daya minyak, gas, dan batubara                    karena sumber daya alam itu suatu waktu akan                    habis.</p>
<p>Pengetahuan                    yang dikembangkan untuk mengembangkan sumber daya alam itu tak                    habis dipakai, bahkan semakin bertambah.                    Itu, perbedaan antara sumber daya alam dan pengetahuan. Semakin banyak dipakai, pengetahuan itu kian berkembang, sumber daya                    yang tak habis-habisnya.</p>
<p>Negara-negara                    maju berteriak &#8220;sumber daya alam tidak penting lagi, yang                    penting kemampuan teknologi&#8217;.                    Sikap kita seharusnya sebagai berikut: Kita kembangkan teknologi                    sambil kita kembangkan sumber daya alam dan lingkungan alam                    yang ada di sekitar kita secara optimum. Jangan sekali-kali kita berkata, &#8220;sumber daya alam tidak penting                    lagi&#8221;. Jangan sekali-kali! Bersyukurlah                    bahwa kita masih punya sumber daya alam yang &#8220;sedikit&#8221;                    itu.</p>
<p>Kita harus                    tahu dengan sebenar-benarnya apa yang                    kita miliki, apa yang tidak kita miliki. Itu                    perlu pengetahuan, perlu sains, dan perlu teknologi.                    Kita harus belajar menjadi anggota masyarakat                    dunia karena kita hidup di Bumi.</p>
<p>Kita                    harus insaf. Abad                    ke-21 ini sarat dan kental dengan sains dan teknologi.                    Masyarakat manusia memasuki kultur                    abad ke-21 di mana muncul modal dan industri virtual (maya);                    reduksionisme digantikan oleh sinergisme yang tinggi; fraktal                    dan kompleksitas menggantikan pikiran-pikiran yang linier d</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/wiedolls.wordpress.com/216/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/wiedolls.wordpress.com/216/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/wiedolls.wordpress.com/216/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/wiedolls.wordpress.com/216/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/wiedolls.wordpress.com/216/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/wiedolls.wordpress.com/216/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/wiedolls.wordpress.com/216/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/wiedolls.wordpress.com/216/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/wiedolls.wordpress.com/216/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/wiedolls.wordpress.com/216/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/wiedolls.wordpress.com/216/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/wiedolls.wordpress.com/216/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/wiedolls.wordpress.com/216/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/wiedolls.wordpress.com/216/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=wiedolls.wordpress.com&amp;blog=7510725&amp;post=216&amp;subd=wiedolls&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://wiedolls.wordpress.com/2009/05/14/pnddkn-indonesia/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/198d6bf217e857a30897a1a9c8e898b1?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">wiedolls</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="/DOCUME%7E1/HIYAS%7E1.NET/LOCALS%7E1/Temp/moz-screenshot.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>visi</title>
		<link>http://wiedolls.wordpress.com/2009/05/14/pndidkan-yng-hilostik/</link>
		<comments>http://wiedolls.wordpress.com/2009/05/14/pndidkan-yng-hilostik/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 14 May 2009 10:07:52 +0000</pubDate>
		<dc:creator>wiedolls</dc:creator>
				<category><![CDATA[pendidikan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://wiedolls.wordpress.com/?p=212</guid>
		<description><![CDATA[Adakah pendidikan yang bersifat netral ? Sepertinya kita sangat kesulitan dalam menjawab pertanyaan ini. Secara konseptual, apapun paradigma pendidikan itu tetap saja berpijak dan berpihak kepada suatu aliran filsafat-nya. Paradigma Pendidikan Konservatif, misalnya, lebih dekat dengan aliran Filsafat Skolastik yang cenderung determinis (jabbariah : fatalistik). Paradigma ini sangat fatalistik sebab hanya memahami suatu kondisi sosial [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=wiedolls.wordpress.com&amp;blog=7510725&amp;post=212&amp;subd=wiedolls&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><span style="color:#999999;"> <!-- insert text here --> </span></p>
<h1><span style="color:#999999;"><img src="http://www.semipalar.net/artikel/art_title_files/art_title07.gif" alt="" width="335" height="36" /></span></h1>
<p><span style="color:#333333;">Adakah pendidikan yang bersifat netral ?                Sepertinya kita sangat kesulitan dalam menjawab pertanyaan ini.                Secara konseptual, apapun paradigma pendidikan itu tetap saja berpijak                dan berpihak kepada suatu aliran filsafat-nya. Paradigma Pendidikan                Konservatif, misalnya, lebih dekat dengan aliran Filsafat Skolastik                yang cenderung determinis (jabbariah : fatalistik). Paradigma ini                sangat fatalistik sebab hanya memahami suatu kondisi sosial sebagai                &#8220;suratan takdir&#8221;. Apa yang telah terjadi memang sudah                seharusnya terjadi. Di sini pula kita mendapatkan suatu kesalahan                berpikir yang disebut dengan <em>fallacy of retrospective determinism</em>.                Kesalahan berpikir yang hanya memahami suatu keadaan sosial sebagai                kenyataan yang sudah seharusnya terjadi. Atau ketika kondisi seperti                ini dipahami melalui paradigma pemikiran Paulo Freire lebih tepat                disebut dengan &#8220;kesadaran magis&#8221; (magic conscious).</span></p>
<p><span style="color:#333333;">Untuk Paradigma Pendidikan Liberal juga tidak                bisa lepas dari dasar filosofis-nya yakni yang disebut dengan Positivisme.                Akar permasalahan yang melatarbelakangi konsep pendidikan liberal                ialah pandangan yang mengedepankan aspek pengembangan potensi, perlindungan                hak-hak dan kebebasan (freedom). Paham individualistik sangat kuat                mempengaruhi paradigma pendidikan liberal. </span></p>
<p><span style="color:#333333;">Sementara paradigma positivistik (empirisme)                memiliki karakter khusus seperti empiris (indrawi), universalisme                dan generalisasi melalui kumpulan-kumpulan teori (Schoyer, 1973).                Akan tetapi Mazhab Positivisme telah terbantahkan melalui gagasan-gagasan                dari Jurgen Habermas, seorang tokoh utama &#8220;Mazhab Frankfurt&#8221;                (Frankfurt School). Kritik Habermas terhadap positivisme meliputi                pertama; instrumental knowledge yang bertujuan untuk mengontrol,                memprediksi, memanipulasi serta eksploitasi terhadap obyek. Kedua;                hermeneutic knowledge yang bertujuan hanya untuk memahami saja.                Dan ketiga; <em>critical knowledge </em>atau <em>emansipatory knowledge </em>yang menempatkan pengetahuan sebagai katalis untuk membebaskan                manusia (Bottomore, 1984).</span></p>
<p><span style="color:#333333;">Pendidikan Kritis (Radikal) juga tidak lepas                dari keberpihakan. Paradigma pendidikan ini menghendaki adanya perubahan                sosial (<em>social change</em>) yang berkeadilan. Jadi tidak ada unsur                yang dominan dan menindas dalam struktur sosial yang nantinya akan                menyudutkan salah satu dari unsur sosial di dalamnya.</span></p>
<p><span style="color:#333333;">Karena paradigma pendidikan tidak mungkin                bersifat netral sama sekali, maka kemanakah pendidikan itu seharusnya                berkiblat? Inilah sebenarnya persoalan yang paling signifikan dalam                kaitannya dengan visi pendidikan. Hendak diarahkan ke mana keberpihakan                pendidikan itu ?.<br />
</span></p>
<p><span style="color:#333333;">Jika Prof. Proopert Lodge memiliki pandangan                <em>&#8220;live is education and education is live&#8221; </em>(kehidupan                itu adalah proses pendidikan dan proses pendidikan itu adalah kehidupan),                sebenarnya antara pendidikan dengan proses kehidupan tidak ada bedanya.                Adapun yang dimaksud dengan proses kehidupan adalah hubungan manusia                dengan manusia lain yang melahirkan konsekuensi-konsekuensi, kondisi                serta struktur (tatanan) sosial yang akan memposisikan-nya dalam                fungsi yang berbeda-beda. Kemudian proses kehidupan itu juga akan                melahirkan tipe-tipe manusia yang berbeda-beda pula.</span></p>
<p><span style="color:#333333;">Jika saja kita menganalisa tipe-tipe manusia                dengan menggunakan teori konflik, kondisi suatu tatanan sosial dihadapkan                pada dua sisi yang saling kontradiksi. Realitas sosial akan menampakkan                dua sisi yang saling berhadap-hadapan seperti adanya penguasa tentu                di sisi lain ada yang dikuasai, ada kelompok kuat, tentu di sisi                lain terdapat pihak yang lemah dan seterusnya. Inilah yang kami                maksud dengan dua realitas yang saling kontradiksi itu.</span></p>
<p><span style="color:#333333;">Kondisi yang tidak berimbang sebab dominasi                peran suatu kelompok dalam masyarakat kemudian melahirkan penindasan,                tekanan-tekanan dan mungkin juga kekerasan fisik. Akibatnya struktur                sosial yang ada hanya mewakili dari &#8220;sistem tuan dan budak&#8221;.                Kelompok lemah akan semakin tertindas dan hidup dalam keterbelakangan.                Potensi-potensi manusiawi telah dinafikan akibat struktur yang membentuk                antagonisme itu.</span></p>
<p><span style="color:#333333;">Bagi Paulo Freire, kondisi seperti itu tidak                bisa dibiarkan begitu saja. Setiap penindasan apapun bentuknya tetap                dinilai tidak manusiawi (dehumanisasi). Oleh karena itu <strong>proses                pendidikan harus memuat agenda untuk &#8220;memanusiakan manusia&#8221;</strong> (humanisasi). Masyarakat yang tertindas itu nantinya hanya akan                semakin tengelam dalam &#8220;kebudayaan bisu&#8221; (sub merged in                the culture silence), yaitu suatu kondisi yang senantiasa dalam                ketakutan dan ketidakberdayaan umum untuk mengungkapkan pikiran                dan perasaannya sendiri (Mansour Faqih, Roem Topatimasang, Toto                Rahardjo, 2001). &#8220;Bahasa diam&#8221; kemudian menjadi semakin                sakral dan harus selalu dihormati.</span></p>
<p><span style="color:#333333;">Ketimpangan sosial akibat dominasi peran                (fungsi) dari sekelompok orang yang merasakan kenyamanan di atas                penderitaan orang lain bukanlah kondisi yang harus dibiarkan begitu                saja. Freire menggarisbawahi bahwa pendidikan harus bertujuan untuk                membebaskan manusia dari kungkungan rasa takut atau tertekan akibat                otoritas kekuasaan. Ia juga berpendapat bahwa pendidikan untuk membebaskan                kaum tertindas harus didasarkan atas semangat optimisme, sikap kritis                dan resistent. Optimisme berarti merubah pola pikir masyarakat dari                kesadaran magis (magic consciousness) yang sangat determinis itu.                Sikap ini merupakan langkah awal untuk mengubah sistem yang ada                karena pada dasarnya setiap manusia itu memiliki &#8220;kehendak&#8221;                (will) dan &#8220;kebebasan&#8221; (freedom) untuk menentukan nasibnya                sendiri. Karena itulah, seseorang harusnya optimis dalam menghadapi                proses kehidupan ini. Semuanya penuh dengan &#8220;keserbamungkinan&#8221;.</span></p>
<p><span style="color:#333333;">Sementara sebagai manusia yang normal pasti                ia akan memilih kehidupannya yang terbaik.<br />
<strong>Sikap kritis adalah langkah berikutnya bahwa seseorang harus                mampu melihat secara analitis persoalan-persoalan realitas dan dirinya                serta mampu memetakan persoalan sambil memahami unsur-unsur yang                mempengaruhi (dominan) suatu kondisi sosial. &#8220;Kesadaran Kritis&#8221;                (critical consciousness) merupakan faktor utama bagi seorang manusia                untuk bisa membaca situasi sosial sekaligus dirinya. Penyadaran                (konsientisasi) dengan puncaknya yakni &#8220;Kesadaran Transformative&#8221;                (transformative consiousness) adalah tujuan dari pendidikan.</strong> Demikianlah maksud dari konsep pendidikan Paulo Freire (lihat William                A. Smith, 2002).</span></p>
<p><span style="color:#333333;">Jelaslah sudah bahwa pendidikan yang tidak                bisa netral itu harus berkiblat pada suatu visi. Dan visi tersebut                telah kita temukan melalui konsep pendidikan kritis yang telah digagas                oleh Paulo Freire. Pendidikan harus berbasis pada kerakyatan. Struktur                sosial yang dilihat dengan kaca mata konflik harus dimulai dari                lapisan paling bawah atau yang sering disebut sebagai masyarakat                marginal. <strong>Visi kerakyatan ini merupakan arahan agar pendidikan                kita mampu menyelesaikan problem-problem sosial yang bersinggungan                dengan otoritas suatu kekuasaan. </strong></span></p>
<p><span style="color:#333333;">***</span></p>
<p><span style="color:#333333;">Pendidikan nasional untuk saat ini sepertinya                semakin jauh dari visi kerakyatan. Bahkan dengan gerakan otonomi                sekolah-sekolah tinggi semakin jelas menunjukkan gejala kapitalisme                pendidikan. Saat ini pendidikan dikelola dengan menggunakan manajemen                bisnis yang kemudian menghasilkan biaya yang melangit. Biaya pendidikan                makin mahal, bahkan terkesan telah menjadi komoditas bisnis bagi                kaum pemilik modal (kapitalis). Dengan menggunakan label sekolah                unggulan, sekolah favorit, sekolah panutan dan sebagainya biaya                pendidikan semakin mencekik &#8220;wong cilik&#8221;. Pendidikan kita                semakin menindas terhadap kaum marginal. Di manakah letak keadilan                pendidikan kita jika sekolah yang bermutu itu hanya untuk mereka                yang punya uang saja ?.</span></p>
<p><span style="color:#333333;">Dengan biaya pendidikan yang makin tidak                terjangkau oleh masyarakat marginal, kita semakin berhadapan dengan                persoalan penindasan gaya baru. Penindasan yang terselubung yang                secara tidak langsung menciptakan jurang pemisah antara si kaya                dengan si miskin. Inilah yang kami maksud dengan penindasan gaya                baru itu. Rakyat lemah tidak lagi mampu mengenyam pendidikan bermutu                akibat mahal-nya biaya pendidikan itu.</span></p>
<p><span style="color:#333333;">Para praktisi pendidikan kita sepertinya                kurang mampu memahami kaum marginal yang serba kesulitan. Mereka                lebih disibukkan dengan perdebatan-perdebatan teoritis tentang kebijakan                tanpa memahami secara langsung kondisi masyarakat marginal itu.                Kita tentunya masih ingat dengan kasus Haryanto, seorang murid Sekolah                Dasar Muara Sanding VI Garut yang putus asa lalu bunuh diri dengan                menggantung diri akibat tidak mampu membayar biaya kegiatan ekstrakurikuler.                Orang tuanya tidak mampu memberikan biaya kegiatan yang hanya sebesar                dua ribu lima ratus rupiah. Ia kemudian putus asa lalu menggantung                diri. Inilah salah satu dari sekian potret kaum marginal yang serba                dalam kesulitan. Untuk membiayai kegiatan sekolah sebesar dua ribu                lima ratus rupiah saja terasa berat sekali, apalagi biaya pendidikan                dengan jumlah ratusan ribu, bahkan jutaan rupiah. </span></p>
<p><span style="color:#333333;">Sudah saatnya para pakar pendidikan nasional                memahami persoalan yang kerap kali terlupakan ini.</span></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/wiedolls.wordpress.com/212/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/wiedolls.wordpress.com/212/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/wiedolls.wordpress.com/212/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/wiedolls.wordpress.com/212/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/wiedolls.wordpress.com/212/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/wiedolls.wordpress.com/212/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/wiedolls.wordpress.com/212/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/wiedolls.wordpress.com/212/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/wiedolls.wordpress.com/212/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/wiedolls.wordpress.com/212/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/wiedolls.wordpress.com/212/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/wiedolls.wordpress.com/212/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/wiedolls.wordpress.com/212/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/wiedolls.wordpress.com/212/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=wiedolls.wordpress.com&amp;blog=7510725&amp;post=212&amp;subd=wiedolls&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://wiedolls.wordpress.com/2009/05/14/pndidkan-yng-hilostik/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/198d6bf217e857a30897a1a9c8e898b1?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">wiedolls</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://www.semipalar.net/artikel/art_title_files/art_title07.gif" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>prinsip pndidikan</title>
		<link>http://wiedolls.wordpress.com/2009/05/14/prinsip-pndidikan/</link>
		<comments>http://wiedolls.wordpress.com/2009/05/14/prinsip-pndidikan/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 14 May 2009 10:03:47 +0000</pubDate>
		<dc:creator>wiedolls</dc:creator>
				<category><![CDATA[pendidikan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://wiedolls.wordpress.com/?p=210</guid>
		<description><![CDATA[9 Prinsip Pendidikan Orang Dewasa Diterbitkan 15 Februari 2009 kurikulum dan pembelajaran , sosial budaya dan filsafat 33 Komentar Tags: artikel, berita, opini, makalah, pendidikan, pembelajaran “Pendidikan” mempunyai banyak pengertian, tetapi secara umum diterima sebagai suatu perubahan perilaku. Tulisan dimaksudkan bukan untuk menganalisa teori yang ada dibalik Pendidikan Orang Dewasa, melainkan untuk memahami prinsip-prinsip Pendidikan Orang Dewasa [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=wiedolls.wordpress.com&amp;blog=7510725&amp;post=210&amp;subd=wiedolls&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="post-3810" class="post hentry category-kurikulum-dan-pembelajaran category-sosial-budaya-dan-filsafat tag-artikel tag-berita tag-opini tag-makalah tag-pendidikan tag-pembelajaran">
<div class="entry-head">
<h3 class="entry-title"><a title="Tautan Tetap ke &quot;9 Prinsip Pendidikan Orang Dewasa&quot;" rel="bookmark" href="http://akhmadsudrajat.wordpress.com/2009/02/15/9-prinsip-pendidikan-orang-dewasa/">9 Prinsip Pendidikan Orang Dewasa</a></h3>
<p> <span class="chronodata"> Diterbitkan <abbr class="published" title="2009-02-15T12:04:44+0000">15 Februari 2009</abbr> </span> <span class="entry-category"> <a title="Lihat seluruh tulisan dalam kurikulum dan pembelajaran" rel="category tag" href="http://id.wordpress.com/tag/kurikulum-dan-pembelajaran/">kurikulum dan pembelajaran</a> ,  <a title="Lihat seluruh tulisan dalam sosial budaya dan filsafat" rel="category tag" href="http://id.wordpress.com/tag/sosial-budaya-dan-filsafat/">sosial budaya dan filsafat</a></span> <a class="commentslink" title="Komentar pada 9 Prinsip Pendidikan Orang Dewasa" href="http://akhmadsudrajat.wordpress.com/2009/02/15/9-prinsip-pendidikan-orang-dewasa/#comments">33 <span>Komentar</span></a><br />
Tags: <a rel="tag" href="http://id.wordpress.com/tag/artikel/">artikel</a>, <a rel="tag" href="http://id.wordpress.com/tag/berita/">berita</a>, <a rel="tag" href="http://id.wordpress.com/tag/opini/">opini</a>, <a rel="tag" href="http://id.wordpress.com/tag/makalah/">makalah</a>, <a rel="tag" href="http://id.wordpress.com/tag/pendidikan/">pendidikan</a>, <a rel="tag" href="http://id.wordpress.com/tag/pembelajaran/">pembelajaran</a><br />
 <!-- .entry-meta --></div>
<p><!-- .entry-head --></p>
<div class="entry-content">
<div class="snap_preview">
<p style="text-align:justify;"><a href="http://akhmadsudrajat.files.wordpress.com/2009/02/picture2.jpg"><img class="alignnone size-medium wp-image-2591" style="float:left;margin:0 10px 10px 0;" src="http://akhmadsudrajat.files.wordpress.com/2009/02/picture2.jpg?w=82&#038;h=93&#038;h=93" border="0" alt="" width="82" height="93" /></a>“Pendidikan” mempunyai banyak pengertian, tetapi secara umum diterima sebagai suatu perubahan perilaku. Tulisan dimaksudkan bukan untuk menganalisa teori yang ada dibalik Pendidikan Orang Dewasa, melainkan untuk memahami prinsip-prinsip Pendidikan Orang Dewasa (atau yang biasa disingkat POD) yang dapat diterima. Prinsip-prinsip yang disajikan di sini pada dasarnya sama dengan yang dikembangkan pada beberapa pelatihan yang menggunakan metode instruksional, tetapi satu hal yang membedakan adalah prinsip-prinsip POD lebih dikenal secara luas.<br />
Prinsip-prinsip ini berkaitan dengan training (pelatihan) dan pendidikan, dan biasanya diterapkan pada situasi kelas formal atau untuk sistem on the job training (magang). Tiap bentuk pelatihan sebaiknya memuat sebanyak mungkin 9 prinsip yang tersebut di bawah ini. Supaya kita mudah mengingatnya (9 prinsip tersebut), maka biasanya digunakn sistem jembatan keledai atau istilah asingnya mnemonic, yaitu RAMP 2 FAME.</p>
<p style="text-align:justify;">R = Recency<br />
A =  Appropriateness<br />
M =  Motivation<br />
P  =  Primacy<br />
2  =  2 –  Way Communication<br />
F  =  Feedback<br />
A  = Active Learning<br />
M  =  Multi – Sense Learning<br />
E   =   Excercise</p>
<p style="text-align:justify;">Prinsip-prinsip ini dalam berbagai cara sangat penting, karena memungkinkan Anda (pelatih) untuk menyiapkan satu sessi secara tepat dan memadai, menyajikan sessi secara efektif dan efisien, juga memungkinkan anda melakukan evaluasi untuk sessi tersebut. Mari kita coba lihat ide-ide yang melatarbelakangi istilah RAMP 2 FAME. Penting untuk dicatat bahwa prinsip-prinsip ini tidak disajikan dalam satu urutan. Kedudukannya sama dalam satu kaitan antar hubungan.</p>
<p style="text-align:justify;">R – RECENCY</p>
<p style="text-align:justify;">Hukum dari Recency menunjukkan kepada kita bahwa sesuatu yang dipelajari atau diterima pada saat terakhir adalah yang paling diingat oleh peserta/ partisipan. Ini menunjukkan dua pengetian yang terpisah di dalam pendidikan. Pertama, berkaitan dengan isi (materi) pada akhir sessi dan kedua berkaitan dengan sesuatu yang “segar” dalam ingatan peserta. Pada aplikasi yang pertama, penting bagi pelatih untuk membuat ringkasan (summary) sesering mungkin dan yakin bahwa pesan-pesan kunci/inti selalu ditekankan lagi di akhir sessi. Pada aplikasi kedua, mengindikasikan kepada pelatih untuk membuat rencana kaji ulang (review) per bagian di setiap presentasinya.</p>
<p style="text-align:justify;">Faktor-faktor untuk pertimbangan tentang  recency</p>
<ul style="text-align:justify;">
<li> Usahakan agar tiap sessi yang diberikan berjangka waktu yang relatif pendek, tidak lebih dari 20 menit (jika itu memungkinkan).</li>
<li> Jika sessi lebih dari 20 menit, harus sering diringkas (direkap). Sessi yang lebih panjangsebaiknya dibagi-bagi ke dalam sessi-sessi yang lebih pendek dengan beberapa jeda sehingga anda dapat membuat ringkasan.</li>
<li> Akhir dari tiap sessi merupakan suatu yang penting. Buatlah ringkasan/rekap dari keseluruhan sessi dan beri penekanan pada pesan-pesan atau poin-poin kunci.</li>
</ul>
<p style="text-align:justify;">Upayakan agar peserta/partisipan tetap “sadar” kemana arah dan perkembangan dari belajar mereka</p>
<p style="text-align:justify;">A : APPROPRIATENES  (Kesesuaian)</p>
<p style="text-align:justify;">Hukum dari appropriatenes atau kesesuaian mengatakan kepada kita bahwa secara keseluruhan, baik itu pelatihan, informasi, alat-alat bantu yang dipakai, studi kasus -studi kasus, dan material-material lainnya harus disesuaikan dengan kebutuhan peserta/partisipan. Peserta akan mudah kehilangan motivasi jika pelatih gagal dalam mengupayakan agar materi relevan dengan kebutuhan mereka. Selain itu, pelatih harus secara terus menerus memberi kesempatan kepada peserta untuk mengetahui bagaimana keterkaitan antara informasi-informasi baru dengan pengetahuan sebelumnya yang sudah diperolah peserta, sehingga kita dapat menghilangkan kekhawatiran tentang sesuatu yang masih samar atau tidak diketahui.</p>
<p style="text-align:justify;">Faktor-faktor yang perlu dipertimbangkan mengenai appropriatness :</p>
<ul style="text-align:justify;">
<li> Pelatih harus secara jelas mengidentifikasi satu kebutuhan bagi peserta agar mengambil bagian dalam pelatihan. Dengan kebutuhan yang teridentifikasi, pelatih harus yakin bahwa sehala sesuatu yang berhubungan dengan sessi sesuai dengan kebutuhan tersebut.</li>
<li> Gunakan deskripsi, contoh-contoh atau ilustrasi-ilustrasi yang akrab (familiar) dengan peserta.</li>
</ul>
<p style="text-align:justify;">M: MOTIVATION  (motivasi)</p>
<p style="text-align:justify;">Hukum dari motivasi mengatakan kepada kita bahwa pastisipan/peserta harus punya keinginan untuk belajar, dia harus siap untuk belajar, dan harus punya alasan untuk belajar. Pelatih menemukan bahwa jika peserta mempunyai motivasi yang kuat untuk belajar atau rasa keinginan untuk berhasil, dia akan lebih baik dibanding yang lainnya dalam belajar. Pertama-tama karena motivasi dapat menciptakan lingkungan (atmosphere) belajar menjadi menye-nangkan. Jika kita gagal menggunakan hukum kesesuaian (appropriateness) tersebut dan mengabaikan untuk membuat material relevan, kita akan secara pasti akan kehilangan motivasi peserta.</p>
<p style="text-align:justify;">Faktor-faktor yang perlu dipertimbangkan mengenai motivasi:</p>
<ul style="text-align:justify;">
<li> Material harus bermakna dan berharga bagi peserta, tidak hanya bagi pelatih</li>
<li> Yang harus termotivasi bukan hanya peserta tetapi juga pelatih itu sendiri. Sebab jika pelatih tidak termotivasi, pelatihan mungkin akan tidak menarik dan bahkan tidak mencapai tujuan yang diinginkan.</li>
<li> Seperti yang disebutkan dalam hukum kesesuaian (appropriateness), pelatih suatu ketika perlu mengidentifikasi satu kebutuhan kenapa peserta datang ke pelatihan. Pelatih biasanya dapat menciptakan motivasi dengan mengatakan bahwa sessi ini dapat memenuhi kebutuhan peserta.</li>
<li> Bergeraklah dari sisi tahu ke tidak tahu. Awali sessi dengan hal-hal atau poin-poin yang sudah akrab atau familiar bagi peserta. Secara perlahan-lahan bangun dan hubungkan poin-poin bersama sehingga setiap tahu kemana arah mereka di dalam proses pelatihan.</li>
</ul>
<p style="text-align:justify;">P : PRIMACY  (Menarik Perhatian di awal sessi)</p>
<p style="text-align:justify;">Hukum dari primacy mengatakan kepada kita bahwa hal-hal yang pertama bagi peserta biasanya dipelajari dengan baik, demikian pula dengan kesan pertama atau serangkaian informasi yang diperoleh dari pelatih betul-betul sangat penting. Untuk alasan ini, ada praktek yang bagus yaitu dengan memasukkan seluruh poin-poin kunci pada permulaan sessi. Selama sessi berjalan, poin-poin kunci berkembang dan juga informasi-informasi lain yang berkaitan. Hal yang termasuk dalam hukum primacy adalah fakta bahwa pada saat peserta ditunjukkan bagaimana cara mengerjakan sesuatu, mereka harus ditunjukkan cara yang benar di awalnya. Alasan untuk ini adalah bahwa kadang-kadang sangat sulit untuk “tidak mengajari” peserta pada saat mereka membuat kesalahan di permulaan latihan.</p>
<p style="text-align:justify;">Faktor-faktor yang perlu dipertimbangkan mengenai primacy:</p>
<ul style="text-align:justify;">
<li> Sekali lagi, upayakan sessi-sessi diberikan dalam jangka waktu yang relatif singkat. Sebaiknya sekitar 20 menit seperti yang disarankan dalam hukum recency.</li>
<li> Permulaan sessi anda akan sangat penting. Seperti yang anda ketahui bahwa sebagian banyak peserta akan mendengarkan, dan oleh karena itu buatlah semenarik mungkin dan beri muatan informasi-informasi penting ke dalamnya.</li>
<li> Usahakan agar peserta selalu “sadar” arah dan perkembangan dari belajarnya.</li>
<li> Yakinkan peserta akan memperoleh hal-hal yang tepat pada saat anda pertama kali meminta mereka melakukan sesuatu</li>
</ul>
<p style="text-align:justify;">2 : 2- WAY COMMUNICATION (Komunikasi 2 arah)</p>
<p style="text-align:justify;">Hukum dari 2-way-communication atau komunikasi 2 arah secara jelas menekankan bahwa proses pelatihan meliputi komunikasi dengan peserta, bukan pada mereka. Berbagai bentuk penyajian sebaiknya menggunakan prinsip komunikasi 2 arah atau timbal balik. Ini tidak harus bermakna bahwa seluruh sessi harus berbentuk diskusi, tetapi yang memungkinkan terjadinya interaksi di antara pelatih/fasilitator dan peserta/partisipan.</p>
<p style="text-align:justify;">Faktor-faktor untuk pertimbangan mengenai 2-way communication:</p>
<ul style="text-align:justify;">
<li> Bahasa tubuh anda juga berkaitan dengan komunikasi 2 arah: anda harus merasa yakin bahwa itu tidak bertentangan dengan apa yang anda katakan.</li>
<li> Rencana sessi anda sebaiknya memiliki interaksi dengan siapa itu dirancang, yaitu tak lain adalah peserta.</li>
</ul>
<p style="text-align:justify;">F: FEEDBACK (Umpan Balik)</p>
<p style="text-align:justify;">Hukum dari feedback atau umpan balik menunjukkan kepada kita, baik fasilitator dan peserta membutuhkan informasi satu sama lain. Fasilitator perlu mengetahui bahwa peserta mengikuti dan tetap menaruh perhatian pada apa yang disampaikan, dan sebaliknya peserta juga membutuhkan umpan balik sesuai dengan penampilan/kinerja mereka.</p>
<p style="text-align:justify;">Penguatan juga membutuhkan umpan balik. Jika kita menghargai peserta (penguatan yang positif) untuk melakukan hal-hal yang tepat, kita mempunyai kesempatan yang jauh lebih besar agar mereka mengubah perilakunya seperti yang kita kehendaki. Waspada juga bahwa terlalu banyak penguatan negatif mungkin akan menjauhkan kita memperoleh respon yang kita harapakan.</p>
<p style="text-align:justify;">Faktor-faktor untuk pertimbangan mengenai feedback:</p>
<ul style="text-align:justify;">
<li> Peserta harus diuji (dites) secara berkala untuk umpan balik bagi fasilitator</li>
<li> Pada saat peserta dites, mereka harus memperoleh umpan balik tentang penampilan mereka sesegera mungkin.</li>
<li> Tes bisa juga meliputi pertanyaan-pertanyaan yang diberikan fasilitator secara berkala mengenai kondisi kelompok</li>
<li> Semua umpan balik tidak harus berupa yang positif, seperti yang dipercaya banyak orang. Umpan balik positif hanya setengah dari itu dan hampir tidak bermanfaat tanpa adanya umpan balik negatif</li>
<li> Pada saat peserta berbuat atau berkata benar (misal menjawab pertanyaan), sebut atau umumkan itu (di hadapan kelompok/peserta lain jika itu mungkin).</li>
<li> Persiapkan penyajian anda sehingga ada penguatan positif yang terbangun di awal sessi.</li>
<li> Perhatikan betul-betul peserta yang memberi umpan balik positif (berbuat betul) sama halnya kepada mereka yang memberi umpan balik negatif (melakukan kesalahan).</li>
</ul>
<p style="text-align:justify;">A : ACTIVE LEARNING (Belajar Aktif)</p>
<p style="text-align:justify;">Hukum dari active learning menunjukkan kepada kita bahwa peserta belajar lebih giat jika mereka secara aktif terlibat dalam proses pelatihan. Ingatkah satu peribahasa yang mengatakan “Belajar Sambil Bekerja” ? Ini penting dalam pelatihan orang dewasa. Jika anda ingin memerintahkan kepada peserta agar menulis laporan, jangan hanya memberitahu mereka bagaimana itu harus dibuat tetapi berikan kesempatan agar mereka melakukannya. Keuntungan lain dari ini adalah orang dewasa umumnya tidak terbiasa duduk seharian penuh di ruangan kelas, oleh karena itu prinsip belajar aktif ini akan membantu mereka supaya tidak jenuh.</p>
<p style="text-align:justify;">Faktor-faktor untuk pertimbangan mengenai active learning:</p>
<ul style="text-align:justify;">
<li> Gunakan latihan-latihan atau praktek selama memberikan instruksi</li>
<li> Gunakan banyak pertanyaan selama memberikan instruksi</li>
<li> Sebuah kuis cepat dapat digunakan supaya peserta tetap aktif</li>
<li> Jika memungkinkan, biarkan peserta melakukan apa yang ada dalam instruksi</li>
</ul>
<p style="text-align:justify;">Jika peserta dibiarkan duduk dalam jangka waktu lama tanpa berpartisipasi atau diberi pertanyaan-pertanyaan, kemungkinan mereka akan mengantuk /kehilangan perhatian.</p>
<p style="text-align:justify;">M : MULTIPLE -SENSE LEARNING</p>
<p style="text-align:justify;">Hukum dari multi- sense learning mengatakan bahwa belajar akan jauh lebih efektif jika partisipan menggunakan lebih dari satu dari kelima inderanya. Jika anda memberitahu trainee mengenai satu tipe baru sandwich mereka mungkin akan mengingatnya. Jika anda membiarkan mereka menyentuh, mencium dan merasakannya dengan baik, tak ada jalan bagi mereka untuk melupakannya.<br />
Faktor-faktor untuk pertimbangan mengenai multiple-sense learning:</p>
<ul style="text-align:justify;">
<li> Jika anda memberitah/mengatakan sesuatu kepada peserta, cobalah untuk menunjukkannya dengan baik</li>
<li> Gunakan sebanyak mungkin indera peserta jika itu perlu sebagai sarana belajar mereka, tetapi jangan sampai lupa sasaran yang ingin dicapai</li>
<li> Ketika menggunakan multiple-sense learning, anda harus yakin bahwa tidak sulit bagi kelompok untuk mendengarnyaa, melihat dan menyentuh apapun yang anda inginkan.</li>
</ul>
<p style="text-align:justify;"><em>Saya dengar dan saya lupa<br />
Saya lihat dan saya ingat<br />
Saya lakukan dan saya paham</em><br />
(Confusius, 450 SM)</p>
<p style="text-align:justify;">E. EXERCISE (Latihan)</p>
<p style="text-align:justify;">Hukum dari latihan mengindikasikan bahwa sesuatu yang diulang-ulang adalah yang paling diingat. Dengan membuat peserta melakukan latihan atau mengulang informasi yang diberikan, kita dapat meningkatkan kemungkinan mereka semakin mampu mengingat informasi yang sudah diberikan. Yang terbaik adalah jika pelatih menambah latihan atau mengulangi pelajaran dengan mengulang informasi dalam berbagai cara yang berbeda. Mungkin pelatih dapat membicarakan mengenai suatu proses baru, lalu menunjukkan diagram/overhead, menunjukkan produk yang sudah jadi dan akhirnya minta kepada peserta untuk menyelesaikan tugas yang diberikan. Latihan juga menyangkut intensitas. Hukum dari latihan juga mengacu pada pengulangan yang berarti atau belajar ulang.</p>
<p style="text-align:justify;">Faktor-faktor untuk pertimbangan dalam exercise:</p>
<ul style="text-align:justify;">
<li>Semakin sering trainee mengulang sesuatu, semakin mereka mengingat informasi yang diberikan</li>
<li> Dengan memberikan pertanyaan berulang-ulang kita meningkatkan latihan</li>
<li> Peserta harus mengulang latihannya sendiri, tetapi mencatat tidak termasuk di dalamnya</li>
<li> Ringkaslah sesering mungkin karena ini bentuk lain dari latihan. Buatlah selalu ringkasan saat menyimpulkan sessi</li>
<li> Buat peserta selalu ingat secara berkala apa yang telah sidajikan sedemikian jauh dalam presentasi</li>
<li> Sering disebutkan bahwa tanpa beberapa bentuk latihan, peserta akan melupakan 1/4 dari yang mereka pelajari dalam 6 jam, 1/3 dalam 24 jam, dan sekitar 9 % dalam 6 minggu.</li>
</ul>
<p style="text-align:justify;">Kesimpulan</p>
<p style="text-align:justify;">Prinsip-prinsip dari belajar berkaitan kepada pelatihan dan pendidikan. Prinsip-prinsip tersebut digunakan di seluruh sektor/area, baik dalam ruang kelas atau sistem magang. Prinsip-prinsip ini dapat digunakan kepada anak-anak dan remaja sebaik kepada orang dewasa. Instruksi yang efektif harus menggunakan sebanyak mungkin prinsip-prinsip ini, jika tidak keseluruhan-nya. Pada saat anda merencanakan satu sessi, lihat keseluruhan draft untuk meyakinkan bahwa prinsip-prinsip telah digunakan dan jika tidak, mungkin perlu suatu revisi (perbaikan).</p>
<p style="text-align:justify;">Sumber : Diambil dari Bahan TOT Pemberdayaan Komite Sekolah. 2006</p>
</div>
</div>
<p><!-- .entry-content --></div>
<p><!-- #post-ID --><span style="font-size:11pt;color:blue;font-family:Franklin Gothic Demi Cond;line-height:125%;"></span></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/wiedolls.wordpress.com/210/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/wiedolls.wordpress.com/210/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/wiedolls.wordpress.com/210/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/wiedolls.wordpress.com/210/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/wiedolls.wordpress.com/210/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/wiedolls.wordpress.com/210/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/wiedolls.wordpress.com/210/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/wiedolls.wordpress.com/210/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/wiedolls.wordpress.com/210/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/wiedolls.wordpress.com/210/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/wiedolls.wordpress.com/210/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/wiedolls.wordpress.com/210/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/wiedolls.wordpress.com/210/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/wiedolls.wordpress.com/210/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=wiedolls.wordpress.com&amp;blog=7510725&amp;post=210&amp;subd=wiedolls&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://wiedolls.wordpress.com/2009/05/14/prinsip-pndidikan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/198d6bf217e857a30897a1a9c8e898b1?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">wiedolls</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://akhmadsudrajat.files.wordpress.com/2009/02/picture2.jpg?w=82&#38;h=93&#38;h=93" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>apkah guru bisa???</title>
		<link>http://wiedolls.wordpress.com/2009/05/14/guru/</link>
		<comments>http://wiedolls.wordpress.com/2009/05/14/guru/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 14 May 2009 09:59:56 +0000</pubDate>
		<dc:creator>wiedolls</dc:creator>
				<category><![CDATA[pendidikan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://wiedolls.wordpress.com/?p=206</guid>
		<description><![CDATA[Peran Pendidikan Menuju Bangsa Yang Bermartabat Diterbitkan 15 Februari 2009 manajemen pendidikan 6 Komentar Tags: artikel, berita, KTSP, makalah, manajemen pendidikan, opini, pendidikan Pada pertemuan Better Education Through Reformed Management And Universal Teacher Upgrading (BERMUTU), 29 Januari 2009 di Hotel Kaisar Jakarta, Prof. Dr. SUDJARWO, M.S., menyampaikan pemikirannya tentang “Peran Pendidikan Menuju Bangsa yang Bermartabat. Dikatakannya bahwa [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=wiedolls.wordpress.com&amp;blog=7510725&amp;post=206&amp;subd=wiedolls&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<h3><a title="Tautan Tetap ke &quot;Peran Pendidikan Menuju Bangsa Yang Bermartabat&quot;" rel="bookmark" href="http://akhmadsudrajat.wordpress.com/2009/02/15/peran-pendidikan-menuju-bangsa-yang-bermartabat/">Peran Pendidikan Menuju Bangsa Yang Bermartabat</a></h3>
<p> Diterbitkan <abbr title="2009-02-15T09:45:12+0000">15 Februari 2009</abbr> <a title="Lihat seluruh tulisan dalam manajemen pendidikan" rel="category tag" href="http://id.wordpress.com/tag/manajemen-pendidikan/">manajemen pendidikan</a> <a title="Komentar pada Peran Pendidikan Menuju Bangsa Yang Bermartabat" href="http://akhmadsudrajat.wordpress.com/2009/02/15/peran-pendidikan-menuju-bangsa-yang-bermartabat/#comments">6 Komentar</a><br />
Tags: <a rel="tag" href="http://id.wordpress.com/tag/artikel/">artikel</a>, <a rel="tag" href="http://id.wordpress.com/tag/berita/">berita</a>, <a rel="tag" href="http://id.wordpress.com/tag/ktsp/">KTSP</a>, <a rel="tag" href="http://id.wordpress.com/tag/makalah/">makalah</a>, <a rel="tag" href="http://id.wordpress.com/tag/manajemen-pendidikan/">manajemen pendidikan</a>, <a rel="tag" href="http://id.wordpress.com/tag/opini/">opini</a>, <a rel="tag" href="http://id.wordpress.com/tag/pendidikan/">pendidikan</a></p>
<p><a href="http://akhmadsudrajat.files.wordpress.com/2009/02/belajar.jpg"></a>Pada pertemuan <em>Better Education Through Reformed Management And Universal Teacher Upgrading</em> (BERMUTU), 29 Januari 2009 di Hotel Kaisar Jakarta, <strong>Prof. Dr. SUDJARWO, M.S., </strong>menyampaikan pemikirannya tentang “<strong>Peran Pendidikan Menuju Bangsa yang Bermartabat</strong>.</p>
<p>Dikatakannya bahwa mendidik merupakan usaha sadar manusia mengorganisir lingkungan menghubungkannya dengan peserta didik sehingga terjadi proses pembelajaran. Mengorganisir lingkungan adalah upaya sadar dengan melihat potensi lingkungan kemudian merespon peserta didik sehingga terjadi transformasi  menuju pada terbentuknya proses pembelajaran.</p>
<p>Untuk membentuk proses pembelajaran yang berkualitas diperlukan partisipasi yang tinggi dari semua penyelenggara pendidikan. Dalam hal ini, terdapat dua kata kunci pokok yang harus diperhatikan guna keberhasilan pendidikan: (1) <strong>Anggaran pendidikan yang memadai dari pemerintah</strong> dan (2) <strong>Partisipasi  guru,  murid dan orang tua/masyarakat.</strong> Anggaran pendidikan adalah bentuk tanggungjawab negara terhadap warganya yang diatur oleh undang-undang. Negara yang peduli dengan generasi masa depan bangsanya akan memprioritaskan anggaran pendidikan pada anggaran belanja negaranya.</p>
<p>Terkait dengan partisipasi guru, Sudjarwo menyebutkan bahwa apapun pembaharuan  pendidikan dilakukan jika tidak menyentuh apa yang digelar guru di muka kelas, maka pembaharuan dan apapun namanya tidak berarti apa-apa. Sementara terkait dengan partisipasi murid, proses pendidikan tidak akan berjalan jika tidak ada kesadaran dari peserta didik bahwa proses pembelajaran itu orientasinya ada pada peserta didik itu sendiri, bukan pada pendidik. Apapun pembaharuan pendidikan jika peserta didik tidak menyadari tugas dan fungsinya maka tujuan pendidikan tidak akan tercapai. Berkenaan dengan tanggungjawab orang tua/masyarakat,  penyelenggaraan pendidikan tidak mungkin hanya dapat dilaksanakan oleh pemerintah saja tanpa partisipasi masyarakat.</p>
<p>Secara skematik, model Peran Pendidikan Menuju Bangsa Yang Bermartabat dapat dilihat dalam bagan berikut ini:</p>
<p align="center">
<p>Dari pemaparannya ditarik kesimpulan sebagai berikut:</p>
<ol>
<li> Martabat bangsa dapat diwujudkan apabila mutu penyelenggaraan pendidikan menjadiprioritas.</li>
<li> Martabat bangsa akan terwujud jika semua elemen bangsa peduli terhadap pendidikan</li>
<li> Pendidikan bukan hanya tanggung jawab pemerintah saja</li>
<li>Inventasi bidang pendidikan memerlukan dana yang besar dan waktu yang lama.</li>
</ol>
<p></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/wiedolls.wordpress.com/206/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/wiedolls.wordpress.com/206/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/wiedolls.wordpress.com/206/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/wiedolls.wordpress.com/206/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/wiedolls.wordpress.com/206/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/wiedolls.wordpress.com/206/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/wiedolls.wordpress.com/206/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/wiedolls.wordpress.com/206/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/wiedolls.wordpress.com/206/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/wiedolls.wordpress.com/206/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/wiedolls.wordpress.com/206/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/wiedolls.wordpress.com/206/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/wiedolls.wordpress.com/206/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/wiedolls.wordpress.com/206/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=wiedolls.wordpress.com&amp;blog=7510725&amp;post=206&amp;subd=wiedolls&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://wiedolls.wordpress.com/2009/05/14/guru/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/198d6bf217e857a30897a1a9c8e898b1?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">wiedolls</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>UAN</title>
		<link>http://wiedolls.wordpress.com/2009/05/14/197/</link>
		<comments>http://wiedolls.wordpress.com/2009/05/14/197/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 14 May 2009 09:45:43 +0000</pubDate>
		<dc:creator>wiedolls</dc:creator>
				<category><![CDATA[pendidikan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://wiedolls.wordpress.com/2009/05/14/197/</guid>
		<description><![CDATA[Oleh William Chang &#124; Kompas TERLEPAS dari maksud baik apapun, dampak negatif pemberlakuan Ujian Akhir Nasional (UAN) tak terelakkan. Tindak kekerasan (perusakan sekolah) dan meneguk minuman keras termasuk reaksi atas ketidaklulusan menempuh UAN 2004 (Kompas, 15/6/2004). Selain itu, metode &#8220;penilaian&#8221; hasil ujian siswa (baca: &#8220;pelulusan&#8221;, &#8220;penguntungan&#8221; dan &#8220;perugian&#8221; siswa) perlu dipertanyakan. Ketajaman intelektual mendapat sorotan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=wiedolls.wordpress.com&amp;blog=7510725&amp;post=197&amp;subd=wiedolls&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><span style="color:#999999;"> <!-- insert text here --> </span></p>
<p><img src="http://www.semipalar.net/artikel/art_title_files/art_title17.gif" alt="" width="410" height="38" /><br />
<span style="color:#333333;">Oleh William Chang | <a href="http://www.kompas.com/kompas-cetak/0406/17/opini/1090037.htm">Kompas</a><br />
</span></p>
<p><span style="color:#333333;">TERLEPAS dari maksud baik apapun, dampak                negatif pemberlakuan Ujian Akhir Nasional (UAN) tak terelakkan.                Tindak kekerasan (perusakan sekolah) dan meneguk minuman keras termasuk                reaksi atas ketidaklulusan menempuh UAN 2004 (Kompas, 15/6/2004).                Selain itu, metode &#8220;penilaian&#8221; hasil ujian siswa (baca:                &#8220;pelulusan&#8221;, &#8220;penguntungan&#8221; dan &#8220;perugian&#8221;                siswa) perlu dipertanyakan.</span></p>
<p><span style="color:#333333;"><br />
Ketajaman intelektual mendapat sorotan istimewa dalam dunia pendidikan                formal. Terkesan, keunggulan (<em>arête, virtue</em>) kepribadian                seorang anak didik ditakar berdasarkan relativitas angka yang umumnya                telah direkayasa. Secara tak langsung, dari satu sisi, sistem ini                lebih menghargai pribadi anak-anak berintelektualitas tinggi daripada                anak-anak berintelektualitas sedang dan rendah. Ini termasuk berita                diskriminatif dalam dunia pendidikan formal.</span></p>
<p><span style="color:#333333;"><br />
Demi perbaikan dunia pendidikan, sistem (penilaian) UAN perlu lebih                dicermati. Pertama, model soal <em>multiple choice </em>acapkali membingungkan                dan model ini dari satu sisi <strong>mengajar anak didik untuk berspekulasi                dan mereka-reka</strong> dalam hidup. Kedua, metode konversi (jelmaan                dari sistem &#8220;katrol-katrolan&#8221;) perlu ditinjau ulang, sebab                metode ini membuka peluang luas untuk mempermainkan (baca: menyulap)                hasil keringat dan perasan otak siswa. Bukan mustahil, kesempatan                berpolitik uang akan bertumbuh subur dalam dunia pendidikan formal.                Ketiga, anak didik tidak dihadapkan dengan realitas hidup dan hasil                perjuangannya sendiri, namun anak-anak didik diperkenalkan dengan                budaya rekayasa.<br />
</span></p>
<p><span style="color:#333333;"><strong>Sistem penilaian UAN pada dasarnya mendidik                anak-anak kita untuk mengubah sesuatu tanpa memperhatikan hak pihak                lain. Merugikan pihak lain tanpa landasan yang adil</strong>. Suatu keberhasilan                semu diperoleh tidak melalui proses normal, melainkan melalui sistem                spekulatif yang berciri untung-untungan. Ketidakadilan muncul dalam                dunia pendidikan formal karena siswa yang berhak menerima nilai                semestinya merasa dirugikan oleh sistem.<br />
Sementara itu, terdapat sejumlah siswa diuntungkan oleh sistem ini.                Anak didik tidak diajar untuk menghargai hak orang lain sebagaimana                mestinya. Biarkan anak didik sendiri yang menentukan hasil keringat                mereka tanpa manipulasi yang merugikan dan menguntungkan. Apakah                pencapaian 4,01 dengan sendirinya telah menjamin kualitas anak didik                dalam dunia pendidikan?</span></p>
<h2>Pribadi berintegritas</h2>
<p><span style="color:#333333;">Relativitas dimensi intelektual dalam pendidikan                formal memang tak tersangkalkan. Akibatnya, kualitas kepribadian                anak didik tidak cukup hanya ditakar berdasarkan intelektualitas                yang di-angka-kan melalui sistem penilaian tertentu. Secara ideal                dan teoretis, dunia pendidikan diharapkan bisa mempersiapkan anak                didik berkepribadian integral yang menjunjung tinggi dan mengamalkan                nilai-nilai dasar hidup manusia.</span></p>
<p><span style="color:#333333;"><br />
Integritas kepribadian anak didik seharusnya mengenal dan memiliki                suatu sistem intelektualitas yang saling terkait (<em>interdependent                multiple intelligence</em>) yang perlu diperkenalkan dan ditanamkan                dalam dunia pendidikan formal (Bpk. Teori multiple intelligence                Howard Gardner). <strong>Anak didik yang berintelektualitas integral                sanggup berkomunikasi dengan diri-sendiri, sesama dan lingkungan                hidup sambil memperhatikan nilai-nilai luhur yang seharusnya dijunjung                tinggi</strong>. <strong>Dimensi moralitas jadi bahan pertimbangan dalam pola                pikir, bicara dan tindak-tanduk. </strong>Suatu pemikiran yang terpaut                dengan kenyataan dan pengalaman hidup sangat dibutuhkan. Sistem                penilaian UAN secara tak langsung mengajar anak didik untuk mencapai                nilai tertentu tanpa mempertimbangkan dimensi moral metode yang                diterapkan pada penilaian.<br />
</span></p>
<p><span style="color:#333333;">Makna intelektualitas integral direduksi                melalui proses penilaian yang terkait dengan angka-angka yang ditentukan                oleh pihak lain menurut standar yang dianut. Anak didik berintelektualitas                sehat dengan sendirinya menilai sistem penilaian UAN tidak adil                dan merugikan pihak yang berhak untuk memperoleh nilai lebih. Anak                didik yang belajar sungguh-sungguh akan dirugikan, sedangkan anak                didik yang malas belajar akan diuntungkan. (Kompas, 15/6/2004).<br />
</span></p>
<h2>Pendidikan holistik</h2>
<p><span style="color:#333333;">Ke arah manakah pendulum dunia pendidikan                formal kita? Metode penilaian UAN mengandung unsur manipulasi pihak                yang berkompetensi dalam menentukan hasil usaha dan perjuangan anak                didik. Yang lebih tragis adalah pendidikan ketidakadilan di kalangan                anak- anak didik. Secara tak sadar dunia pendidikan formal kita                sedang mempersiapkan dan melahirkan generasi muda yang menghalalkan                sistem &#8220;katrol-katrol&#8221;-an, mengubah realitas menurut maksud                manusia, merugikan pihak lain tanpa rasa bersalah dan diuntungkan                dengan jalan haram.<br />
</span></p>
<p><span style="color:#333333;">Sistem penilaian UAN perlu mempertimbangkan                kerangka holistik pendidikan tanpa meninggalkan cara pandang berperspektif                interdisipliner dalam suatu konteks keseluruhan yang membantu manusia                untuk lebih memahami dan menyelami makna pendidikan humaniora. <strong>Dikotomi                klasik yang memisahkan otak- hati, pengetahuan-agama, keindahan-fungsi                segera ditinggalkan karena pendekatan ini akan menimbulkan fragmentasi                dalam hidup manusia.<br />
</strong></span></p>
<p><span style="color:#333333;">Betapapun, metode penilaian UAN perlu ditempatkan                dalam bingkai dunia pendidikan holistik tempat manusia belajar hidup                bersama dengan yang lain. Ruang kelas menjadi sebuah komunitas.                Dunia pendidikan menjadi tempat bagi manusia untuk mengembangkan                hubungan-hubungan baik, adil, terbuka, jujur, saling menghormati,                tak merugikan pihak lain. Pendidikan ini tidak lagi memprioritaskan                kompetisi, tapi proses belajar saling mendukung, kerja sama dan                membebaskan. Suatu masyarakat yang lebih baik, adil dan sejahtera                menjadi sasaran utama dalam proses pendidikan holistik. Lalu, apakah                sistem penilaian UAN mendapat tempat dalam konteks pendidikan ini?</span></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/wiedolls.wordpress.com/197/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/wiedolls.wordpress.com/197/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/wiedolls.wordpress.com/197/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/wiedolls.wordpress.com/197/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/wiedolls.wordpress.com/197/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/wiedolls.wordpress.com/197/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/wiedolls.wordpress.com/197/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/wiedolls.wordpress.com/197/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/wiedolls.wordpress.com/197/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/wiedolls.wordpress.com/197/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/wiedolls.wordpress.com/197/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/wiedolls.wordpress.com/197/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/wiedolls.wordpress.com/197/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/wiedolls.wordpress.com/197/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=wiedolls.wordpress.com&amp;blog=7510725&amp;post=197&amp;subd=wiedolls&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://wiedolls.wordpress.com/2009/05/14/197/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/198d6bf217e857a30897a1a9c8e898b1?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">wiedolls</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://www.semipalar.net/artikel/art_title_files/art_title17.gif" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>wordpress</title>
		<link>http://wiedolls.wordpress.com/2009/05/14/wordpress/</link>
		<comments>http://wiedolls.wordpress.com/2009/05/14/wordpress/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 14 May 2009 09:43:41 +0000</pubDate>
		<dc:creator>wiedolls</dc:creator>
				<category><![CDATA[bebas ajhh]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://wiedolls.wordpress.com/?p=195</guid>
		<description><![CDATA[WordPress ialah platform penerbitan pribadi yang semantik, yang berfokus kepada estetika, standar web, dan kegunaan. WordPress bersifat gratis, namun di sisi lain tak ternilai harganya. Pendek kata, WordPress ialah yang Anda perlukan ketika ingin bekerja dengan sebuah blog. Ini kabar menarik buat yang ingin belajar WordPress. Walaupun sudah tersedia banyak blog dan website yang memberikan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=wiedolls.wordpress.com&amp;blog=7510725&amp;post=195&amp;subd=wiedolls&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>WordPress</strong> ialah platform penerbitan pribadi yang semantik, yang berfokus kepada estetika, standar web, dan kegunaan. WordPress bersifat gratis, namun di sisi lain tak ternilai harganya.</p>
<p>Pendek kata, WordPress ialah yang Anda perlukan ketika ingin bekerja dengan sebuah blog.</p>
<p>Ini kabar menarik buat yang ingin belajar WordPress. Walaupun sudah tersedia banyak blog dan website yang memberikan panduan belajar wordpress, namun rata-rata navigasi halamannya dan kurikulumnya tidak terarah</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/wiedolls.wordpress.com/195/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/wiedolls.wordpress.com/195/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/wiedolls.wordpress.com/195/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/wiedolls.wordpress.com/195/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/wiedolls.wordpress.com/195/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/wiedolls.wordpress.com/195/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/wiedolls.wordpress.com/195/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/wiedolls.wordpress.com/195/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/wiedolls.wordpress.com/195/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/wiedolls.wordpress.com/195/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/wiedolls.wordpress.com/195/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/wiedolls.wordpress.com/195/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/wiedolls.wordpress.com/195/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/wiedolls.wordpress.com/195/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=wiedolls.wordpress.com&amp;blog=7510725&amp;post=195&amp;subd=wiedolls&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://wiedolls.wordpress.com/2009/05/14/wordpress/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/198d6bf217e857a30897a1a9c8e898b1?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">wiedolls</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>friendster</title>
		<link>http://wiedolls.wordpress.com/2009/05/14/friendster/</link>
		<comments>http://wiedolls.wordpress.com/2009/05/14/friendster/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 14 May 2009 09:39:31 +0000</pubDate>
		<dc:creator>wiedolls</dc:creator>
				<category><![CDATA[bebas ajhh]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://wiedolls.wordpress.com/?p=192</guid>
		<description><![CDATA[Friendster, yang ide penamaannya berasal dari nama Napster, adalah sebuah situs web jaringan sosial di mana seorang pengguna akan membuat identitas maya dan kemudian mengisi data dirinya untuk kemudian mendapatkan account di Friendster. Dalam Friendster, kita juga dapat melihat teman dari teman kita dan teman dari teman dari teman kita, selain melihat teman kita sendiri. [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=wiedolls.wordpress.com&amp;blog=7510725&amp;post=192&amp;subd=wiedolls&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Friendster</strong>, yang ide penamaannya berasal dari nama <strong><a title="Napster" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Napster">Napster</a>,</strong> adalah sebuah<span style="color:#000000;"> <a title="Situs web" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Situs_web">situs web</a> <a class="mw-redirect" title="Jaringan sosial" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Jaringan_sosial">jaringan sosial</a></span> di mana seorang pengguna akan membuat <a class="new" title="Identitas maya (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Identitas_maya&amp;action=edit&amp;redlink=1">identitas maya</a> dan kemudian mengisi data dirinya untuk kemudian mendapatkan account di Friendster. Dalam Friendster, kita juga dapat melihat teman dari teman kita dan teman dari teman dari teman kita, selain melihat teman kita sendiri.</p>
<p>Friendster dimulai sejak tahun <a title="2002" href="http://id.wikipedia.org/wiki/2002">2002</a> oleh <a class="new" title="Jonathan Abrams (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Jonathan_Abrams&amp;action=edit&amp;redlink=1">Jonathan Abrams</a> dan sekarang sudah melewati masa <a class="new" title="Beta test (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Beta_test&amp;action=edit&amp;redlink=1">beta test</a>. Sejak awal <a title="2005" href="http://id.wikipedia.org/wiki/2005">2005</a>, Friendster juga telah memulai fitur <a title="Blog" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Blog">blog</a>.</p>
<p>Friendster biasa digunakan untuk mencari teman dan mempublikasikan profil pribadi, serta melengkapinya dengan foto.</p>
<p>Friendster tidak hanya dikenal di Indonesia, tetapi bahkan di seluruh dunia. Dengan menu <em>Pencarian</em> pengguna dapat mencari anggota Friendster lain, baik menurut nama, alamat, atau bahkan menurut hobinya.</p>
<p>Apabila telah melihat profil seorang anggota Friendster, pengguna dapat menambahkannya ke dalam daftar teman. Dengan mengklik <em>Tambahkan sebagai Teman</em>. Hanya saja untuk itu harus mengetahui alamat <strong><em><a class="mw-redirect" title="Email" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Email">email</a></em></strong> atau nama lengkapnya, setelah itu tinggal menunggu persetujuan darinya.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/wiedolls.wordpress.com/192/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/wiedolls.wordpress.com/192/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/wiedolls.wordpress.com/192/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/wiedolls.wordpress.com/192/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/wiedolls.wordpress.com/192/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/wiedolls.wordpress.com/192/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/wiedolls.wordpress.com/192/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/wiedolls.wordpress.com/192/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/wiedolls.wordpress.com/192/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/wiedolls.wordpress.com/192/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/wiedolls.wordpress.com/192/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/wiedolls.wordpress.com/192/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/wiedolls.wordpress.com/192/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/wiedolls.wordpress.com/192/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=wiedolls.wordpress.com&amp;blog=7510725&amp;post=192&amp;subd=wiedolls&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://wiedolls.wordpress.com/2009/05/14/friendster/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/198d6bf217e857a30897a1a9c8e898b1?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">wiedolls</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>flu babi</title>
		<link>http://wiedolls.wordpress.com/2009/05/14/flu-babi/</link>
		<comments>http://wiedolls.wordpress.com/2009/05/14/flu-babi/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 14 May 2009 09:33:58 +0000</pubDate>
		<dc:creator>wiedolls</dc:creator>
				<category><![CDATA[bebas ajhh]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://wiedolls.wordpress.com/?p=190</guid>
		<description><![CDATA[Flu Babi alias swine flu atau swine influenza, sekarang ini sudah meningkat statusnya jadi fase 5, berdasarkan pada pernyataan WHO kemarin Rabu, 29 April 2009. Menurut Direktur Jenderal WHO ( WHO Director-General ) Dr. Margaret Chan, untuk pandemic virus flu babi ini harus diambil tindakan serius secara tepat karena kapasitasnya untuk menyebar secara cepat ke [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=wiedolls.wordpress.com&amp;blog=7510725&amp;post=190&amp;subd=wiedolls&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-size:85%;"><span style="font-weight:bold;">Flu Babi alias swine flu</span> atau swine influenza, sekarang ini sudah meningkat statusnya jadi fase 5, berdasarkan pada pernyataan WHO kemarin Rabu, 29 April 2009. Menurut Direktur Jenderal WHO ( <span style="font-style:italic;">WHO Director-General</span> ) Dr. Margaret Chan, untuk pandemic virus flu babi ini harus diambil tindakan serius secara tepat karena kapasitasnya untuk menyebar secara cepat ke setiap negara di seluruh dunia. Dan setiap negara mempersiapkan segala sesuatunya untuk menghadapi pandemi flu babi ( swine flu ) ini ( semoga saja tidak mampir ke Indonesia wabah flu babi tersebut ).</span></p>
<p><span style="font-size:85%;">Flu babi diketahui disebabkan oleh virus influenza A subtipe H1N1, H1N2, H3N1, H3N2, and H2N3.</span></p>
<p>Flu babi menginfeksi manusia tiap tahun dan biasanya ditemukan pada orang-orang yang bersentuhan dengan babi, meskipun ditemukan juga kasus-kasus penularan dari manusia ke manusia. Gejala virus termasuk demam, disorientasi, kekakuan pada sendi, muntah-muntah, dan kehilangan kesadaran yang berakhir pada kematian</p>
<h2><span class="mw-headline">Tanda dan gejala</span></h2>
<div class="thumb tright">
<div class="thumbinner" style="width:252px;"><a class="image" title="Gejala utama virus flu babi pada manusia.[8]" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Berkas:Symptoms_of_swine_flu.svg"><img class="thumbimage" src="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/0/09/Symptoms_of_swine_flu.svg/250px-Symptoms_of_swine_flu.svg.png" border="0" alt="" width="250" height="241" /></a></p>
<div class="thumbcaption">
<div class="magnify"><a class="internal" title="Perbesar" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Berkas:Symptoms_of_swine_flu.svg"><img src="http://id.wikipedia.org/skins-1.5/common/images/magnify-clip.png" alt="" width="15" height="11" /></a></div>
<p>Gejala utama virus flu babi pada manusia.</p></div>
</div>
</div>
<p>Menurut Pusat Pengawasan dan Pencegahan Penyakit di Amerika Serikat, gejalan influensa ini mirip dengan influensa. Gejalanya seperti demam, batuk, sakit pada kerongkongan, sakit pada tubuh, kepala, panas dingin, dan lemah lesu. Beberapa penderita juga melaporkan buang air besar dan muntah-muntah</p>
<p>Dalam mendiagnosa penyakit ini tidak hanya perlu melihat pada tanda atau gejala khusus, tetapi juga catatan terbaru mengenai pasien. Sebagai contoh, selama wabah flu babi 2009 di AS, CDC menganjurkan para dokter untuk melihat &#8220;apakah jangkitan flu babi pada pasien yang di diagnosa memiliki penyakit pernapasan akut memiliki hubungan dengan orang yang di tetapkan menderita flu babi, atau berada di lima negara bagian AS yang melaporkan kasus flu babi atau berada di meksiko<a title="Meksiko" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Meksiko"></a> dalam jangka waktu tujuh hari sebelum bermulanya penyakit mereka.bagi penetapan virus ini memerlukan adanya uji makmal bagi contoh pernapasan.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/wiedolls.wordpress.com/190/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/wiedolls.wordpress.com/190/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/wiedolls.wordpress.com/190/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/wiedolls.wordpress.com/190/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/wiedolls.wordpress.com/190/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/wiedolls.wordpress.com/190/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/wiedolls.wordpress.com/190/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/wiedolls.wordpress.com/190/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/wiedolls.wordpress.com/190/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/wiedolls.wordpress.com/190/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/wiedolls.wordpress.com/190/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/wiedolls.wordpress.com/190/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/wiedolls.wordpress.com/190/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/wiedolls.wordpress.com/190/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=wiedolls.wordpress.com&amp;blog=7510725&amp;post=190&amp;subd=wiedolls&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://wiedolls.wordpress.com/2009/05/14/flu-babi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/198d6bf217e857a30897a1a9c8e898b1?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">wiedolls</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/0/09/Symptoms_of_swine_flu.svg/250px-Symptoms_of_swine_flu.svg.png" medium="image" />

		<media:content url="http://id.wikipedia.org/skins-1.5/common/images/magnify-clip.png" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>saat ditinggalkan..</title>
		<link>http://wiedolls.wordpress.com/2009/05/14/saat-ditinggalkan/</link>
		<comments>http://wiedolls.wordpress.com/2009/05/14/saat-ditinggalkan/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 14 May 2009 09:27:16 +0000</pubDate>
		<dc:creator>wiedolls</dc:creator>
				<category><![CDATA[momentkuu]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://wiedolls.wordpress.com/?p=186</guid>
		<description><![CDATA[pda thn 2001.. tpatnya akuu kls 4,,akuu khlanhan orang yng sangat akuu syang yaitu ayahkuu.. akuu yng saat itu msh mmbtuhkan sosok ayah isampingkuu..sangat mrsa khlangan.. akuu gag twu knpahh itu hrs terjdi tpii ibukuu &#38;sahabatkuu pun sllu mnasehatikuu bhwa iia prg bkan bbrarti gag add.. iia sllu add dihatikuu&#38;kluargakuu..<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=wiedolls.wordpress.com&amp;blog=7510725&amp;post=186&amp;subd=wiedolls&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>pda thn 2001..</p>
<p>tpatnya akuu kls 4,,akuu khlanhan orang yng sangat akuu syang yaitu ayahkuu..</p>
<p>akuu yng saat itu msh mmbtuhkan sosok ayah isampingkuu..sangat mrsa khlangan..</p>
<p>akuu gag twu knpahh itu hrs terjdi tpii ibukuu &amp;sahabatkuu pun sllu mnasehatikuu bhwa iia prg bkan bbrarti gag add..</p>
<p>iia sllu add dihatikuu&amp;kluargakuu..</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/wiedolls.wordpress.com/186/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/wiedolls.wordpress.com/186/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/wiedolls.wordpress.com/186/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/wiedolls.wordpress.com/186/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/wiedolls.wordpress.com/186/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/wiedolls.wordpress.com/186/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/wiedolls.wordpress.com/186/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/wiedolls.wordpress.com/186/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/wiedolls.wordpress.com/186/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/wiedolls.wordpress.com/186/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/wiedolls.wordpress.com/186/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/wiedolls.wordpress.com/186/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/wiedolls.wordpress.com/186/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/wiedolls.wordpress.com/186/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=wiedolls.wordpress.com&amp;blog=7510725&amp;post=186&amp;subd=wiedolls&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://wiedolls.wordpress.com/2009/05/14/saat-ditinggalkan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/198d6bf217e857a30897a1a9c8e898b1?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">wiedolls</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>liburan kebogor2..</title>
		<link>http://wiedolls.wordpress.com/2009/05/14/saat-aku-ulang-thunn/</link>
		<comments>http://wiedolls.wordpress.com/2009/05/14/saat-aku-ulang-thunn/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 14 May 2009 09:15:49 +0000</pubDate>
		<dc:creator>wiedolls</dc:creator>
				<category><![CDATA[momentkuu]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://wiedolls.wordpress.com/?p=180</guid>
		<description><![CDATA[waktu itu akuu bersama gengkuu yang disebut &#8220;neverland&#8221; prg k bogor saat libran sekolahh.. kmi prgi yang hnya ber5 mmbawa uang seadanya nkad untk kcana.. mandiri itu yang ingn akuu terapkan kpda tman&#8221;kuu.. nmenekku yng hnya tnggl sndiri mmbwad kmi hdp seadanya.. huuftt kciandd.. tpi akuu dsana bsa mngetahui arti sahabat yang sebenarnya.. dsana udara [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=wiedolls.wordpress.com&amp;blog=7510725&amp;post=180&amp;subd=wiedolls&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>waktu itu akuu bersama gengkuu yang disebut &#8220;neverland&#8221;</p>
<p>prg k bogor saat libran sekolahh..</p>
<p>kmi prgi yang hnya ber5 mmbawa uang seadanya nkad untk kcana..</p>
<p>mandiri itu yang ingn akuu terapkan kpda tman&#8221;kuu..</p>
<p>nmenekku yng hnya tnggl sndiri mmbwad kmi hdp seadanya..</p>
<p>huuftt kciandd..</p>
<p>tpi akuu dsana bsa mngetahui arti sahabat yang sebenarnya..</p>
<p>dsana udara yng dingn mmbwad kmi pda skitt..hhaa</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/wiedolls.wordpress.com/180/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/wiedolls.wordpress.com/180/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/wiedolls.wordpress.com/180/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/wiedolls.wordpress.com/180/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/wiedolls.wordpress.com/180/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/wiedolls.wordpress.com/180/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/wiedolls.wordpress.com/180/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/wiedolls.wordpress.com/180/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/wiedolls.wordpress.com/180/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/wiedolls.wordpress.com/180/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/wiedolls.wordpress.com/180/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/wiedolls.wordpress.com/180/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/wiedolls.wordpress.com/180/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/wiedolls.wordpress.com/180/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=wiedolls.wordpress.com&amp;blog=7510725&amp;post=180&amp;subd=wiedolls&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://wiedolls.wordpress.com/2009/05/14/saat-aku-ulang-thunn/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/198d6bf217e857a30897a1a9c8e898b1?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">wiedolls</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
